LINTAS NUSANTARA NEWS  

LINTAS NUSANTARA NEWS  

Menu

Di Duga Pungutan Liar Merajalela,Para Murid Di SDN 1 Harjasari Bogor Harus Bayar Biaya Perpisahan 550 ribu

Bogor, Lintas Nusantara News 

Pengurus Komite Bersama Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Harjasari, Bogor,Jawa Barat,berencana akan mengadakan Acara Perpisahan peserta didiknya. Menurut informasi yang di dapat,acara perpisahan ini akan berlangsung di Graha Hj. Siti Hindun Bogor Jawa Barat pada hari Senin tanggal 20 Juni 2022. Untuk sukses serta dapat terselenggaranya acara itu,Pengurus Komite bersama Kordinator Kelas (Korlas) serta dengan melibatkan Paguyuban para orang tua/wali murid, telah melakukan rapat maupun musyawarah kepada orang tua/wali murid untuk membahas perihal biaya perpisahan yang akan di sepakati. Dari Hasil rapat maupun musyawarah itu,di ketahui telah menghasilkan sebuah keputusan,salah satunya menetapkan anggaran sebesar 550 ribu untuk biaya perpisahan bagi setiap siswa/i yang berjumlah kurang lebih sebanyak 140 peserta didik di SDN 1 Harjasari,dan kemudian anggaran sebesar itu nantinya akan dibebankan kepada Orang tua/wali murid.

Namun, dari keterangan beberapa orang tua/wali murid justru mengatakan bahwa mereka malah sama sekali tidak di libatkan, yang di libatkan hanya Komite dan Kordinator kelas (Korlas) dalam rapat maupun musyawarah yang di maksud itu.

Bahkan dari keterangan yang di dapat pula, hampir sebagian orang tua peserta didik merasa terbebani dengan anggaran biaya perpisahan sebesar 550 rupiah tersebut.


" Buat saya uang sebesar itu terlalu mahal, malah sebelumnya uang 550 ribu itu bilangnya dapat baju atasan, ini ternyata malah seragamnya harus beli lagi di luar dari 550 ribu." Tutur dari seorang wali murid.

lebih lanjut ia mengatakan," Kita para orang tua murid sendiri ketika ada rapat, merasa ngga ada rapat gitu loh, "setuju ibu ibu, setuju ibu ibu," setuju yang mana,mungkin ibu ibu paguyuban itu setujunya, ibu ibu yang lainnya mah tidak di libatkan, sebenarnya banyak ibu ibu orang tua murid yang lain harus di libatkan." Ungkapnya.

Kemudian Tambahnya, " Kalo ada rapat pun berarti kan ada surat edaran, surat edaran waktu itu Kepala Sekolah yang lama mau bahas untuk ujian sambil ngomong kalo beliau sudah tidak tugas di situ lagi,nanti ada kepala sekolah yang baru katanya gitu." Tuturnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui panggilan telepon WhatsApp, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 Harjasari Bogor Jawa Barat, Sukmana Asum kepada awak media mengakui bahwa pungutan tersebut sudah atas persetujuan Komite dan Korlas.

" Memang ada iuran yang di pungut berupa uang kas sebesar Rp.10.000 per bulan dan uang komputer sebesar Rp.12.000 perbulan.Tapi itu hasil kesepakatan Komite dan Korlas bersama orang tua murid." Jelasnya.

Bila merujuk kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud RI ) Nomor 75 Tahun 2016 Pasal 12 huruf (b) menjelaskan bahwa Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif di larang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya. ( M.Nur ) 

Rapat Temu Tani Di Sukatani Membahas Penanggulangan Gagal Panen Yang Sudah Berlangsung 3 Musim Tanam. 

Subang,Lintas Nusantara News.net

Rabu,1 Mei 2022 bertempat di Aula Desa Sukatani Compreng Subang. Dihadiri oleh masyarakat petani setempat, aparat perangkat Desa yang diwakili oleh Kasus, Ketua RW 03 dan ketua RW 02 serta narasumber dari Korluh (koordinator penyuluh ) dan TPM P3A Mitra air. 

Acara temu tani ini inisiatif dari beberapa petani untuk membenahi pertanian di wilayah sukatani, wilayah kerja poktan diwilayah sukatani khususnya cukup memberikan motivasi kepada petani lainya untuk terus berbenah dari beberapa kali mengalami gagal panen dan permasalahan pertanian dari mulai air sampai hama penyakit yang beberapa musim ini sangat memberatkan pertanian.

Hikmat Hidayat, salah seorang penggerak yang merupakan ketua kelompok tani di sukanengah desa Sukatani yang begitu gigih memperjuangkan keberlangsungan pertanian di Compreng khususnya dan berharap bisa bangkit dari musibah gagal panen yang sudah berlangsung selama tiga kali musim tanam.

Hikmat Hidayat yang terus berjuang baik secara teori maupun praktek untuk mengatasi musibah yang melanda petani compreng ini melakukan berbagai upaya. Pada musim panen kemarin Hikmat menemukan formula organik Mikroba dan dia membuat demplot sendiri dan beberapa petani untuk menguji coba penggunaan mikroba ini. Hasilnya sangat memuaskan. Ketika hektaran sawah lainnya tidak panen atau mangkrak karena serangan hama penggerek batang dan tikus yang merajalela, padi milik Hikmat dan beberapa petani lainnya masih bisa dipanen. 

Keberhasilan ini akhirnya menjadikan motor penggerak dan semangat baru untuk sama-sama bangkit dari kegagalan. 

Atas kegigihannya Hikmat terus mencari solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerahnya. 

Pendekatan dengan pihak terkait dilakukan. Mencari solusi agar masa tanam sekarang bisa lepas dari serangan hama pun direncanakan. 

"Kita harus menempuh langkah-langkah sebelum memulai tanam padi. Diantaranya kita cek PH tanah. Lalu menaburkan pupuk untuk menjaga keasaman tanah seperti kapur sirih, pupuk kandang. Lalu mengatasi atau mengendalikan hama sundep dan hama tikus dengan berbagai langkah dan penanganan seoptimal mungkin" terang Hikmat dalam sesi penyampaian pendapatnya. 

Beberapa solusi yang ditemukan seperti penanganan hama sundep dengan cara mengantisipasi dari pengambilan butir atau telor kupu kupu yang menempel di batang padi. Telor telor itu dimasukan dalam bumbung yang ditutup. Bumbung itu dibawa ke rumah agar tahu kapan waktu menetas. 

"Ketika menetas itulah waktu yang tepat untuk melakukan penyemprotan. Yang keduanya, dari hasil penetasan, akan ada yang menjadi ulat atau sundep dan akan ada yang menjadi kupu kupu. Yang menjadi kupu kupu ini yang akan memakan kembali ulat ulat yang menjadi sundep penggerek batang" terang Hikmat memberikan keterangan di depan para petani lainnya. 

Selain dengan cara tadi, Hikmat juga menerangkan upaya lain untuk mengalihkan perhatian kupu kupu agar tidak jadi sundep. Yaitu dengan penanaman bunga bungaan di pinggir galangan sawah. 

Segala trik dan cara baik secara tradisional dan modern sesuai ilmu pengetahuan harus disinergikan untuk mencari solusi keluar dari masalah hama yang menjadikan gagal panen ini. 

Dendy Hidayatswlaku TPM P3A menyambut baik gerak tani yang diinisiasi oleh penggerak kelompok tani Sukanengah. 

"Diharapkan semangat ini terus ada dan makin banyak para petani yang berpartisipasi dalam membenahi pertanian khususnya kelembagaan yang sudah ada seperti kelompok tani dan perkumpulan petani pemakai air untuk terus memberikan manfaat kepada sebanyak banyaknya petani dan terus berkelanjutan" sambut Dendy. 

Wiwi cahayati kordinator penyuluh,dari BPP compreng juga sangat antusias dalam membimbing dan memberikan penyuluhan sesuai tupoksinya. Wiwi berjanji akan mengkoordinasikan dan sama-sama mencari solusi agar para petani compreng lepas dari musibah gagal panen yang sudah tiga musim ini dilalui dan menyebabkan kerugian besar. Kurang lebih 400 hektare areal sawah tidak bisa dipanen karena serangan hama yang bertubi-tubi. 

"Segala upaya dilakukan dan dicarikan solusinya. Petani compreng harus kompak dan terus berkoordinasi baik dengan sesama petani maupun dengan petugas dan aparat pemerintah terkait" tukas Hikmat dalam sesi wawancara. (Bagus,H)

Ketua Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) Pegang Mandat Sebagai Pembina Bidang Organisasi Di Asosiasi AWPI DPC Kota Bekasi

Bekasi ,LNN.Net

Bertepatan dengan Hari lahir Pancasila, Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Bekasi mengangkat Frits Saikat sebagai pembina bidang organisasi, Rabu, (1/6) di kantor Sekretariat AWPI DPC kota Bekasi. 


Ketua AWPI DPC Kota Bekasi Jerry mengatakan, dengan bergabungnya bung frits Saikat menjadi dewan penasehat keorganisasian di DPC kota Bekasi dapat melakukan perubahan dan perbaikan di tubuh AWPI DPC Kota Bekasi.


"Saya berharap dengan bergabungnya bung frits AWPI akan lebih kompak dan lebih berkembang di kota Bekasi," ujarnya.


Ditempat yang sama Frits Saikat yang juga sebagai Ketua Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) merasa senang dan terhormat atas pengangkatan dirinya menjadi pembina di AWPI DPC Kota Bekasi.


"Saya merasa bangga sekaligus berterimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan ketua AWPI beserta pengurus lainnya," katanya.


Lebih lanjut ia mengatakan, kedepannya organisasi AWPI ini dapat menjadi salah satu organisasi profesi yang dapat memberikan masukan dan kerjasama dengan pemerintah.


"Saya berharap AWPI dapat menjadi salah satu organisasi yang bisa bersinergi dengan pemerintah khususnya pemerintah kota Bekasi. Dan kedepannya AWPI dapat menjadi organisasi profesi yang selalu mengedepankan kode etik dalam melakukan kegiatan jurnalistiknya." Pungkasnya.


(M.Nur)